#11 – MB4048

Uncategorized

Good evening!

Initially, I thought that this class was a total absurd class. Man, you are just obligated to make a blog and that is it. How hard is that? Well, i was wrong. This class has given me so much. It comes on Monday, and I used to hate Monday. It just doesn’t matter anymore! I have this class. Surely, I have learned some lessons.

1. Ideas and Thoughts

It is so incredible knowing there are so many ideas in the world! And some people could really make it real! Writing in a blog also has taught me to think out of the box and just spread out my ideas. It helps me a lot to even more outspoken.

2. Business Model

People sometimes confuse on how to make their ideas come true, on how to make their passion their business. By learning this business model, now I know where to start in running a business based on my passion.

3. Some Great People

Above all, i had the chance to meet some great people from this class. I may forget those lecture in class about the difference between creativity and innovation or even the business model, but I hardly forget stories or experiences shared by people. I know more about how Pak Apiq tries to sell his book rather than his method in teaching math, or how Kak Bayu always “sssh”-ing people whenever the class starts to get uproar hahaha. Especially, the stories the guest lecture gave to the class. I paid attention more when Kak Adi Panuntun shared his struggles in promoting his film in Indonesia and got rejected by the cinema. And when Pak Budi Rahardjo decided to change his attitude in criticizing people. I guess those are the real lessons.

I have so much fun! I hope I’ll still write in this blog in the future 🙂

I will just copy-paste this from my previous post: If you have the chance to read this post, just wanna say big thanks to Pak Agus and Kak Bayu. Terima kasih menghadirkan guest lecture yang keren-keren. Terima kasih karena gak pernah dateng telat untuk memulai kelas. Terima kasih untuk dedikasinya mengajarkan Creativity and Innovation sama kita-kita.com ini yang kadang-kadang suka gak tau diri keluar masuk kelas :p

Creatively yours. xoxo.

#8 – Bisnis Model

Creativity and Innovation

Howdy!

Saya bersama tiga orang teman saya telah membuat suatu bisnis model yang ciamik! Bertiga kami akhirnya membuat SPORTS AND HEALTHY TV CHANNEL! atau kalau disingkat: S&H TV! Rada geuleuh mungkin yah namanya? Yah gimana saya juga buatnya sama temen saya Duan dan Wisnu. Yaudah jadi gareuleuh hahahahaha.

Ok. Berikut adalah business model yang kami buat:

Value Proposition

Di statsiun televisi ini kami bertiga menawarkan semua yang berbau olahraga, sampai bau keringat atlit-atlitnya (tuh kan geuleuh lagi hahaha). Sorry sorry. Ok, jadi kita akan menampilakan semua kegiatan olahraga dan kesehatan di channel ini. Semua ini terinspirasi karena kita melihat stasiun tv di Indonesia belum ada yang mengkhususkan siarannya seputaran olahraga saja. Maka, kami maju terus pantang mundur mengusung ide ini.

Rencananya kita mau saingan sama ESPN dan Star Sport. Pokoknya kita yakin banget! Acara-acara yang disiarkan adalah pertandingan-pertandingan olahraga baik lokal maupun international. Tapi jangan salah! Jangan salah! Olahgara yang kami tayangkan bukanlah hanya semata-mata olahraga besar saja seperti tennis, sepak bola dan renang. Tapi kami juga akan menyiarkan pertandingan-pertandingan gundu, benteng-bentengan antar SD Coblong 10 melawan SD Pagi Matahari Bersinar. Ini semua kami lakukan dengan tujuan menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air kita kepada bangsa Indonesia.

Target Customer

Karena kami percaya bahwa semua orang harus sehat, maka channel ini diperuntukan untuk semua umur. Misalnya pagi-pagi akan ada siaran untuk anak-anak olahraga sebelum berangkat sekolah. Rencananya tiap minggu ganti-ganti instruktur nya, bisa Tweenies, Unyil, Doraemon, sampai Card Captor Sakura. Biar anak-anak tuh fresh gitu.

Setelah jam anak–anak pergi sekolah, inilah waktunya ibu-ibu untuk menjaga kesehatan mereka dengan menonton siaran yoga, pilates, atau aerobik kami. Instruktur untuk ibu-ibu juga akan berganti setiap minggunya. Kadang-kadang vicky burki, elma theana, tapi kalau hari Senin (hari paling rujit sedunia untuk ibu-ibu) kita hadirkan coki sitohing memimpin aerobik in English! Mantap!

Customer Relationship

Hubungan antara S&H TV dengan penonton sangat dekat. Sedekath hati bu dengan penyedap rasa dan kecap Bango. Maka, setiap 2 bulan sekali akan ada pemilihan instruktur-instruktut yang akan dipilih langsung oleh para target customer kami. Ini semua gara para penonton merasa kita ngertiin mereka banget dan mereka setia sama channel ini. 24 jam selalu olahraga! pokoknya work out work out!

Untuk menunjang gaya hidup sehat ini diperlukan juga makanan yang sehat. Maka channel ini juga akan menayangkan tips dan cara memasak makanan-makanan sehat untuk sekeluarga. Di suatu segmen juga akan dihadirkan cara-cara menghidangkan makanan untuk para penderita diabetes, jantung, dll. Pokonya sehat sehat! Dan setiap 3 bulan sekali, ibu-ibu bisa minta didatengin rumahnya untuk diajarin masak sama chef-chef terkenal.

Distribution Channels

Karena kita menganut “keep your friend close, keep your enemy closer” maka kita akan ngiklan di ESPN dan Star Sport fufufufu. Kita juga bakal hadir di majalah-majalah kesehatan pria dan wanita seperti Femina, Esquire, dll.

Revenue Streams

Channel tv sudah pasti dong dapet profit dari iklan. Tapi iklan kami bukan iklan biasa! Iklan yang akan kami tampilkan merupakan running advertising berupa tulisan-tulisan kecil dibawah layar. Dan ketika sedang ada pertandingan, tidak akan ada jeda iklan sehingga penonton tidak akan terganggu dengan pertandingan yang terpotong-potong.

Selain itu iklan yang kami lakukan pun akan sangat menarik. Ketika pertandingan sedang kurang seru, maka kamera akan menyorot orang-orang suruhan kami yang akan melakukan atraksi-atraksi menakjubakan abad ini untuk memasarkan produk dari sponsor. Kurang lebih seperti flash mob, tapi rada berbeda sedikit karena tidak selamanya mereka joged ditengah-tengah banyak orang. Bisa jadi hanya sekedar lewat depan kamera sambil teriak “joss banget nih” sambil numpahin air warna kuning sedikit. Seru yah?

Segitu dulu deh perasan kreativitas saya, Wisnu, dan Duan.

Semoga menghibur!

Yuk mari :DDD

#10 – WIMO Shoes

Creativity and Innovation

Bismillahirahmanirahim.

Halo! Di kesempatan kali ini saya akan membahas satu perusahaan Indonesia yang akan saya buatkan model bisnisnya agar dapat go internationaleeeeeeeee! wohooo! Baiklah. Setelah bingung memilih perusahaan apa, akhirnya saya memutuskan untuk kembali melihat kesukaan saya, yaitu berbelanja sepatu! 🙂 Maka perusahaan lokal yang saya pilih adalah WIMO SHOES!

Apa itu WIMO Shoes?

WIMO Shoes adalah perusahaan sepatu dari Indonesia yang dirintis oleh Wiwih Reksono dari tahun 1966. Sebagai perempuan, beliau selalu merasa tidak cocok dengan sepatu-sepatu yang dijual di pasaran. Sepatu-sepatu tersebut kebanyakan malah membuat pegal, capek, sampai pusing-pusing. Dari pengalaman yang ia rasakan inilah akhirnya beliau membuat WIMO Shoes yang sekarang ini telah dikelola oleh anaknya, Ina Indrawati.

WIMO Shoes memasarkan produknya kepada wanita dari anak-anak hingga yang berusia senja. Yang unik dari WIMO Shoes ini adalah teknologi yang digunakan dalam pembuatan sepatu, yaitu Teknologi Ortho. Dengan teknologi ortho konsumen bisa membuat sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki, struktur tulang, dan berat badan. Teknologi ortho juga memungkinkan orang yang memiliki masalah dengan kaki, cacat, dan sebagainya memiliki sepatu yang pas dengan kakinya. Maka, tantangan bagi WIMO Shoes sendiri adalah bagaimana membuat sepatu yang nyaman dari segi kesehatan tetapi memiliki touch of fashion yang menarik juga.

Kenapa WIMO Shoes?

Alasan menagapa saya memilih WIMO Shoes selain karena saya pecinta sepatu adalah karena cerita-cerita yang ada dibalik perusahaan tersebut. Dulu ketika Ina dan ibundanya baru saja membuka perusahaan ini banyak sekali yang mencibir, tetapi mereka tetap maju terus pantang mundur! Semua itu juga berkat kecintaan Ina dan ibundanya yang begitu besar pada dunia sepatu. Dengan rasa cinta yang besar inilah akhirnya WIMO Shoes sudah bertahan selama 44 tahun!

Berikut salah satu review tentang WIMO Shoes di salah satu situ:

Innovation for WIMO Shoes

Inovasi yang coba saya buat agar WIMO Shoes dapat go international adalah dengan membuat marketing strategy yang mengedepankan niat awal pembuatan sepatu ini, yaitu memproduki sepatu untuk para perempuan yang memiliki kaki yang “tidak biasa” pada umumnya, entah terlalu kecil atau besar, atau pun cacat.

Maka, branding baru yang diberikan oleh WIMO Shoes adalah sepatu fashionable yang mementingkan aspek kesehatan.

New Business Model WIMO Shoes

Value Proposition

“beauty is not pain” – WIMO Shoes

Kita sering sekali melihat para wanita yang memaksakan memakai sepatu agar terlihat cantik tetapi sebenarnya kurang nyaman menggunakan sepatu tersebut, entah lecet atau bahan yang keras. Maka, WIMO Shoes menawrkan value yang berbeda karena sepatu WIMO mengusung kesehatan, bahwa untuk terlihat cantik tidak diperlukan menahan sakit dari sepatu yang tidak nyaman.

Target Customer

Pada umumnya, para perempuanlah yang lebih sering memiliki masalah dengan ketidaknyamanan memakai sepatu. WIMO Shoes akan tetap mentargetkan produknya kepada para wanita, namun akan menspesifikannya menjadi hanya wanita berusia 15 tahun ke atas. Pada umur 15-17 tahun inilah biasanya para wanita mulai memilih sendiri sepatu kesukaan mereka dan mulai memilih mana sepatu yang nyaman untuk kakinya. Di usia produktif antara 20-30 tahun pun para wanita yang bekerja kerap mencari sepatu berhak tinggi untuk kegiatannya, dan dijamin mereka meninginkan yang nyaman dipakai seharian.

Lifestyle target customer yang diusung WIMO Shoes sendiri adalah para wanita dinamis yang menyukai traveling. Traveling biasanya membuat kita harus berjalan jauh karena biasanya kita menggunakan kendaraan umum ketika sedang berwisata ke luar ataupun dalam negeri. Tips traveling nomor satu dari WIMO Shoes adalah kenyamanan kaki.

Core Capabilities

1. Satu-satunya perusahaan sepatu yang menggunakan Teknologi Ortho di Asia.

2. Touch of fashion yang ditawarkan WIMO Shoes tetap mengikuti trend yang ada, tapi tetap memiliki ciri khasnya sendiri.

Partner Network

Untuk memasarkan produknya ke kancah internasional, maka partner-partner yang dapat diajak bekerjasama oleh WIMO Shoe adalah sebagai berikutt:

1. Kementerian Perdagangan Indonesia – Dalam proses dan cara kerja Eksport dari Indonesia ke negara tujua.

2. Department Stores – Contohnya seperti Macy’s, Metro, Sogo, et.

3. Relasi – Jangan lupakan teman-teman yang tinggal di negara tujuan. Mereka dapat menjadi kacamata langsung untuk WIMO Shoes sebagai pemerhati pasar dan juga dapat merekomendasi tempat-tempat untuk distribusi.

4. Shipping Company – Pastinya karena WIMO Shoes belum cukup kuat dalam financial untuk membuka toko di negara tujuan, maka shipping sangatlah crucial untuk pengiriman barang jadi karena produksi tidak dilakukan di negara tujuan.

5. Airlines – WIMO Shoes bekerja sama dengan penerbangan Indonesia untuk menjadikan produknya sebagai produk yang ditawarkan “diatas pesawat”.

6. Health Institution – Untuk pembuktian secara ilmiah pentingnya kenyamanan kaki untuk para wanita, dan bahayanya ketika memaksakan diri menggunakan sepatu yang tidak nyaman.

Distribution Channel

Untuk pendistribusian produk, WIMO Shoes akan bekerja sama dengan departement stores yang ada di negara terkait. Karena mengusung sisi kesehatan maka WIMO Shoes juga akan Namun, untuk menekan market penetration cost maka pemasaran produk akan dilakukan sebatas website dahulu dan shipping akan dilakukan jika ada order. Setelah dirasa cukup dan brand sudah mulai berkembang di negara tujuan, maka produk-produk WIMO akan langsung di kirim ke departement stores. Maka, distribusi juga dilakukan dengan bekerja sama dengan para fashion blogger di negara tujuan, dan juga website-website yang biasa menjual produk-produk fashion.

Customer Relationship

Mengusung sisi traveling dari seorang wanita, diharapkan para pelanggan setia WIMO Shoes mau memberikan terstimonial mereka di web WIMO untuk menceritakan pengalaman mereka melakukan traveling dengan WIMO Shoes. Di web ini juga para wanita ini dapat berbagi tempat-tempat dan tips-tips traveling.

Kepada para pelanggan setia WIMO Shoes, akan di berikan Loyalty Member Card, yang memberikan privilege seperti (1) Diskon 20% untuk tiap pembelian setelah melakukan pembelian lebih dari 5 kali, (2) Mendapatkan kesempatan memenangkan perawatan kesehatan kaki dari mulai refleksi sampai pedicure, dan masih banyak lagi.

Pada web juga akan tersedia forum-forum untuk membahas masalah kaki dari mulai bentuk kaki, ukuran , sampai kaki yang tidak normal/cacat. WIMO Shoes juga menawarkan produk customize untuk wanita yang memiliki kaki cacat.

Cost Structure

Agar dapat go international, maka biaya-biaya yang harus disiapkan oleh WIMO Shoes adalah sebagai berikut:

1. Production Cost

2. Labor Cost

3. Shipping Cost

4. Export Cost, including tax di negara yang di tuju

5. Market Penetration Cost

Diprediksi yang akan memakan banyak biaya adalah no. 4 dan 5 karena adanya perbedaan currency dan juga perpajakan, serta administrasinya. Makret penetration cost juga akan memakan biaya yang banyak karena memperkenalkan brand dari Indonesia ke negara yang dituju.

Revenue Streams

Pendapatan akan di dapat dari penjualan di dalam maupun di luar negeri. Di masa depan, WIMO Shoes akan mencoba untuk meng-endorse orang-orang terkenal di dalam maupun luar negeri di bidang kesehatan, traveling, entertainment, dan juga pendidikan. Karena WIMO Shoes sendiri mengusung awareness para wanita tentang pentingnya kesehatan dan kenyamanan kaki ketika mengenakan sepatu.

Conclusions

Dan itulah inovasi yang saya tawarkan kepada WIMO Shoes untuk menggeletu pasar internasional. Maka, inti persiapan yang harus dilakukan WIMO Shoes adalah melihat culture dan kesusahan yang dihadapi para wanita di negara-negara tujuan dalam pemilihan sepatu. Jika telah mengetahui ini maka sepatu dapat di sesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Ke depannya, WIMO Shoes mungkin dapat membuat line sendiri untuk para wanita yang mengalami cacat di kaki, dan mengusung ide untuk tetap cantik walaupun dalam keadaan tidak normal. Untuk memperluas segment, para pria pun dapat masuk kedalam target customer WIMO di masa mendatang.

Yang paling penting adalah tetap melakukan riset pasar dan juga pengembangan teknologi agar tidak overlap oleh kompetitor yang diprediksi akan hadir ketika WIMO mengalami kesuksesan di tahun-tahun kedepan.

Above all, WIMO Shoes akan tetap berpegang teguh kepada niat awal ketika membangun perusahaan ini, yaitu kenyamanan dalam memakai alas kaki. Semua pengembangan dan inovasi-inovasi akan kembali lagi kepada niat awal jika WIMO telah memiliki visi yang kuat.

Sekian inovasi yang bisa saya tawarkan. By the way, saya sendiri adalah penggemar berat WIMO Shoes 🙂 Sepatu produk Indonesia kegemaran saya adalah WIMO Shoes karena jujur saya termasuk wanita-wanita yang memiliki bentuk kaki yang tidak normal.

Toodles!

Referensi: http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/3293-ina-sosok-di-balik-kesuksesan-wimo-shoes.html

#9 – Menulis di Internet

Creativity and Innovation

Hi there 🙂

Time : 11.37pm – Now playing: Taste of Harmony by Homogenic – Place : my room

TENTANG TULISAN

Orang bilang gue orang nya lebay dan terlalu emosional. Sifat ini juga membawa gue yang sering sekali memasukkan hal-hal pribadi atau pengalaman-pengalaman hidup ke setiap karya yang gue buat, dan salah satunya adalah karya dalam bentuk tulisan. Tulisan menurut saya bukan sekedar tulisan, melainkan pemikiran yang dituangkan. Tulisan juga bukan sekedar diary atau postingan tweet, yang mana emang isinya hal-hal pribadi gua semua. Sampai ke pembuatan tulisan akademik pun gak jarang gue suka kadang-kadang menyelipkan pengalaman-pengalaman hidup gue.

Kata satu test psikologis, gue tipe orang pemikir (diantara 3 tipe lainnya, yaitu leader, pekerja, dan penyemangat). That is so true! That is why I named this blog: Brainware. Di dalem kepala gue selalu buanyak banget hal-hal yang gue pikirkan. Bukan gue suka selangkah lebih dari orang  pemikirannya, melainkan isi kepala gue banyak mikirin hal-hal ga penting seperti yang baru saja gue tanyakan ke pacar gue ketika sedang menonton bioskop: “eh dulu orang tau kalau jagung bisa jadi popcorn gimana ceritanya yah?” Dan jawaban pacar gue akan selalu menjawab: “ngapain kaya gitu dipikirin”. Satu-satunya yang gak pernah gue pikirin adalah: perasaan orang. Gue terkadang nyablak dan gak mikir sebelum ngomong. I’m so good at criticizing, and i’m not even close to perfect. Now you probably want to say this to my face: “b*tch”.

Dari kecil gue selalu terinspirasi sama film dan lirik lagu. Apalagi kalau true story. Mungkin dari sini kenapa gue suka masukin pengalaman-pengalaman hidup gue ke karya-karya gue. Hal ini membuat gue pun ingin menginspirasi orang. Dan gak tanggung-tanggung, apapun yang gue buat (yang pure hasil karya gue sendiri, pengen bisa menginspirasi orang). Tapi dalam hal menulis hal ini menjadi kendala karena saking bikin orang terinspirasi, mau mulai nulis aja gue mesti pakai persiapan, dan suka ngatur flow. Rebek kan? Karena kerebekkan ini makanya ide-ide atau pemikiran yang tadinya ada malah jadi hilang.

Jadi, dari semua penjelasan di atas, sebenernya menulis benar-benar hal yang sulit menurut saya.

TENTANG MENULIS DI INTERNET

Sebelum bikin blog ini, saya udah bikin blog di Blogspot. Isinya cuma 3, tapi draft nya banyak hahahaha. Ya karena itu tadi, menurut saya isinya belum cukup sempurna dan inspiring enough makanya ga dipublish. Gue masih gak ngerti kenapa gue pengen banget menginspirasi orang. Gue kaya orang gak penting aja gituloh dibandingkan tiba-tiba Angelina Jolie yang jadi duta PBB.

Mungkin masalah yang paling heboh dengan menulis di internet adalah teknik copas atau copy-paste yang suka dipakai ramai-ramai oleh mahasiswa-mahasiswa yang cari referensi fufufufu. Sebelum membuat post ini saya ngecek dulu nih ke blog-blog temen saya yang juga mengulas tema yang sama, dan……… itu semua mempengaruhi saya untuk menulis, well lebih ke “ngejiplak”. Itu tadi, menulis di internet, maksud saya, tulisan-tulisan di internet (milik orang lain) terkadang membuat kreatifitas terkekang karena sudah adanya contoh, sudah adanya sesuatu yang kita anggap benar. Dulu jaman saya baru masuk SBM, Abah saya or my Dad once told me this “nanti kalau disuruh nulis-nulis essay usahakan bikin sendiri dulu, jangan lihat refernsi manapun. biar original!”. Yah turn out sesusah itu menulis tanpa referensi apapun, apalagi kalau udah menyangkut tugas. I’d die without Internet! I’d suffer without Google!

Menurut saya aktivitas copy-paste itu kurang peting untuk dibahas karena mempublish suatu karya atau tulisan di internet itu resikonya sama kaya memutuskan untuk terjun ke dunia entertainment. Public owns you. Kalau gak mau di comot hasil karyanya ya dimasukin web yang harus bayar aja jurnalnya, atau sekalian ga usah di publish. Tapi itu kalau tiba-tiba mau bikin tulisannya kaya Wikileaks ya itu ah siapin mental aja deh ye.

TENTANG KELAS CREATIVITY AND INNOVATION

Dari awal disuruh bikin blog ini gue udah semangat. Gak tau ya kenapa. Orang bilang kelas Creativity and Innovation itu cuma bikin blog doang. Tapi menurut gue bikin blog itu ga “doang”. And i just don’t wanna put sh*tty stuff dimana di situ jelas-jelas tertulis: ini blog Marla Meta. Walaupun tema yang disuruh nulis kadang-kadang butuh mikir tapi yaudah, itu bikin latihan gue untuk nulis. Dulu gue pernah dengerin salah satu alumni ITB yang anak LFM juga cerita tentang bagaimana dia mendapatkan ide setiap harinya karena dia kerja di advertising. Dia bilang salah satunya adalah melatih jari jemari nya untuk ngetik setiap hari, bercerita, tentang apa saja. Itu juga yang di katakan Budi Rahardjo, guest lecture yang dihadirkan kelas CI, beliau selalu menulis di blog nya setiap hari, tentang apa saja.

See, gue ga tau kemana perginya kebiasaan lama dan darimana datangnya kebiasaan baru. Waktu kecil gue sering beli notes-notes dan isinya karangan-karangan gue semua. Temanya macem-macem, bervariasi banget. Tapi beranjak dewasa gue berhenti nulis. Dan yang paling parah gue berhenti baca. Ada manusia gak nulis dan gak baca? Ya gue terjerumus dalam puberitas dimana gue lebih sering mendengarkan musik dan menelpon pacar dan teman berjam-jam.

Jujur gue baru mulai baca lagi waktu gue masuk SBM. Gue mulai beli buku-buku in English lagi, dan mulai bikin blog di Blogspot. Otak tuh gak boleh dibiarin gak kerja nanti jadi imbisil hahaha. Kalau lagi jenuh sama sesuatu seharusnya membaca dan menulis itu bisa jadi relaksasi. Dan gue lagi belajar membiasakan itu.

Gue percaya ga ada sesuatu yang sia-sia. Dulu gue masuk IPA dan belajar Fisika, yang tiap ulangan gue hapalin cara jawabnya, bukan pakai logika, tapi pada akhirnya gue kuliah sosial tapi itu ga sia-sia. It shapes my thinking framework. Kelas Creativity and Innovation ini pun ga sia-sia. Gue paling sering nulis yah untuk kelas CI ini. Dengan segala pembelajaran yang gue dapet, perlahan membantu gue kok untuk tau gue mau ngapain nanti setelah lulus kuliah.

Doain aja suatu hari nanti gue bisa nulis cerita yang bagus dan menjadikannya script film 🙂

If you have the chance to read this post, just wanna say big thanks to Pak Agus and Kak Bayu. Terima kasih menghadirkan guest lecture yang keren-keren. Terima kasih karena gak pernah dateng telat untuk memulai kelas. Terima kasih untuk dedikasinya mengajarkan Creativity and Innovation sama kita-kita.com ini yang kadang-kadang suka gak tau diri keluar masuk kelas :p

Time : 12:21am – Now Playing :  When It’s Over by Sugar Ray – Place : my room