Living Young, Wild, and Free

Uncategorized

Halo!

Disaat berduka kaya gue sekarang, support system sangat penting. Dan disaat lo harus hidup mandiri kaya gue ini yang jauh dari nyokap dan adik-adik, support system gue adalah MY PEPS!

Judul untuk post ini gue pilih karena pada dasarnya itu yang gue lakukan bersama 3 sahabat gue. Gue ketemu mereka pertama kali di SBM, and we went to SBM. And yes, I remember how I met them precisely. Tahun-tahun kejayaan kita adalah tingkat satu dimana the four of us were single, not really mingle, and just wanted to have fun sebagai mahasiswa baru yang sok asik. Ok sorry.

PRATIWI SEKARWANGI

Doi paling blangsak dari kita ber-4. Auk deh kerjaannya nyetanin melulu. Tapi kalau gak ada dia kita ga akan ………. living young, and wild, and free. Ok sorry-sorry. Pertama kali gue ketemu Tiwi (dirumah dipanggilnya Sekar. I know dia sok keraton) waktu kita SERASI. Gue sekamar sama dia dan seranjang. Sudah seranjang, kita berdua bobo hanya kaos dan underwear saja (kita tetep princess kok!) karena emang males bawa piyama kayanya. Yah menurut lo aja baru kenal udah bobok berdua bentukannya gitu. Gak mungkin kita ga punya chemistry *cie gitu*.

Tapi saat-saat gue tau bahwa gue akan end up being bestfriend sama Tiwi bukan saat kita berbagi moment itu. Tapi waktu kita satu-satu disuruh cerita tentang kenapa kita masuk SBM kalau ga salah, auk ah lupa. Dan Tiwi cerita kalau nyokapnya (Halo Tante Tuti) berpesan: “jadi perempuan itu harus pinter, sekolahnya harus tinggi. biar kalau ada apa-apa bisa mandiri.” kurang lebih gitu sih, bottomline: JADI PEREMPUAN HARUS MANDIRI. Soalnya dulu ceritanya, mama nya gak kuliah karena biayanya waktu itu dikasih ke papa nya, biar papa nya aja yang menuntut ilmu (Halo Om Moko). That moment when she finished telling us, i remembered telling myself “we’re so gonna be bestfriend!” 🙂

MITSALINA SHAFWAH SIHITE

Si batak satu ini banyak banget yang suka, padahal orang batak. Gue padahal mojang bandung lho, tapi kok ga ada yang godain yah? (oh iya gue gendut). Anaknya looks sweet banget padahal …………. mean! Hahahahaha! Oia, otaknya mirip sama buku decision making yang ada di film Adjustment Bureau when it comes to nunjukin jalan. Buset banget tau seluk-beluk Jakarta. Mungkin dulu nya tukang taksi. Yah semua orang punya masa lalu, kita gak bisa ikut campur.

Ok. Pertama kali gue ketemu Mita (biasanya dia nulis nama dia Mitha pake H, ga tau mungkin biar beda sama Mita-mita yang lain, Mita The Virgin misalnya) waktu kelas pertama di SBM. Kita disuruh nge-review satu buku bisnis dan presentasiin. Doi maju ke depan kelas dan mulai ngomong. First impression gue “edabuset sok asik banget nih anak!” HAHAHAHA. Yabes, ngomong rame banget pake gelang bunyi terus kerincing-kerincing, mana benerin poni melulu, udah gitu banyak gerak, terus ngomong satu kata diselingin kata “KAYAK” dengan logat Jakarta. Oshit. Dan gue baru nyadar nama dia aneh banget, apalagi Sihite. Gue baru tau marga Batak ada yang kaya gitu. Tapi in the end ……………. dengan segala kerewelan dan ke (sok) princessan dia, as days go by, i become more like her a.k.a centil dan mager. Hihihihihi. Dan akhirnya we had our first lunch together di Clemmons, dimana in the end it’s become our must-to-do everyday in our college life 🙂

DELYA ANANDA

Jambo.

Ok selesai.

Ga deeeeeeennggg!

Yang ini gue bingung ceritainnya, terlalu absurd, tapi kata ‘orang’ sih makin kita susah deskripsiin seseorang, makin kita sayang sama doai (‘orang’ = gue). Drama yah anaknya, suka banget heboh kalau ketemu temen-temennya. Awalnya sih kita seneng “wuih gue berarti banget nih dihidupnya tiap ketemu gue tereak”. Lama-lama ….. whatev. Hahahaha. Anaknya jayus banget. Kita bingung kenapa dia masih hidup di jaman stand-up comedy ini.

Gue satu kelompok Business Game sama Dela waktu baru masuk SBM. Gue inget banget dia dateng telat ke kelas waktu kita pertama kali dikumpulin dengan memakan kemeja shocking pink! Ngerti kan yah jambo nya gimana? Baru juga duduk eh udah ngeluarin lipgloss terus pake. Idih gue sebagai anak Bandung mania kan kesel bok. Tapi akhirnya …. gue beli juga sih lipgloss dia itu. Cakep soalnya. Sorry-sorry. Yauda setelah itu kita mulai business game, dan dia mau aja disuruh jadi tukang pijet untuk mendapatkan uang. Disitulah gue tau kalau dia …………………. mureeeeeee. Hahahaha. Gue jambo cuma seperempat hidup gue, dia seumur hidup jambo, jadi gue bingung kenapa gue bisa temenan sama dia. Hmmm … maybe cause we both really miss a father figure 🙂

Dan inilah mereka, tebak aja sendiri yang mana Tiwi, Mita dan Dela!

Taken at Bubba Gump, Kuta, Bali - Our Last Vacation Together

Yang paling seru adalah mereka ber3 sangat berbeda in terms of showing their love and affection. Seperti yang semua orang di timeline twitter gue tau: it’s a heartbreak warfare for me currently. Ini yang mereka lakukan setiap hari semenjak hari dimana gue pisah sama Felix:

TIWI:

“Nyet nyet! Gue punya cerita lucu!”

“Nyet! Dimana? Makan yok!”

“Eh nyet, lo ga mau makan? Gue temenin yok!”

MITA:

“Halooo, udah bangun?”

“Hi, how’s life?”

“Feeling better?”

DELYA:

“Meettttttt, I always beside you!”

“Eh Jumat booze night ya!”

“♥marlameta”

I don’t know what I wud do without ’em around me. Seminggu ini gue udah hijrah kerumah Mita atau Tiwi just so I didn’t end up lonesome in the night. Kalau kerumah Dela jauh bok, Bekasyong. It doesn’t make me love you less kok, Del.

Thank you. Thank you for these past 3 years. Thank you. I love you guys :’)

See you tomorrow at our very first Arisan 🙂

Yours,