Semua orang punya cerita. Pertanyaannya: siapa yang bisa menceritakannya dengan cara terbaik, menyentuh emosi orang dan membuat mereka sedikitnya berharap bahwa konsep “Lahir sendiri, mati sendiri” bisa sedikit berbelok di dunia fana.

The first teaser for my very first personal project. It sounds genuinely awesome in my head. And I do have faith it will be loved and be as awesome as I think it’ll be. I hope I could share with you all as soon as possible. Godspeed. 

Godspeed.

Creativity and Innovation

#8 – Bisnis Model

Creativity and Innovation

Howdy!

Saya bersama tiga orang teman saya telah membuat suatu bisnis model yang ciamik! Bertiga kami akhirnya membuat SPORTS AND HEALTHY TV CHANNEL! atau kalau disingkat: S&H TV! Rada geuleuh mungkin yah namanya? Yah gimana saya juga buatnya sama temen saya Duan dan Wisnu. Yaudah jadi gareuleuh hahahahaha.

Ok. Berikut adalah business model yang kami buat:

Value Proposition

Di statsiun televisi ini kami bertiga menawarkan semua yang berbau olahraga, sampai bau keringat atlit-atlitnya (tuh kan geuleuh lagi hahaha). Sorry sorry. Ok, jadi kita akan menampilakan semua kegiatan olahraga dan kesehatan di channel ini. Semua ini terinspirasi karena kita melihat stasiun tv di Indonesia belum ada yang mengkhususkan siarannya seputaran olahraga saja. Maka, kami maju terus pantang mundur mengusung ide ini.

Rencananya kita mau saingan sama ESPN dan Star Sport. Pokoknya kita yakin banget! Acara-acara yang disiarkan adalah pertandingan-pertandingan olahraga baik lokal maupun international. Tapi jangan salah! Jangan salah! Olahgara yang kami tayangkan bukanlah hanya semata-mata olahraga besar saja seperti tennis, sepak bola dan renang. Tapi kami juga akan menyiarkan pertandingan-pertandingan gundu, benteng-bentengan antar SD Coblong 10 melawan SD Pagi Matahari Bersinar. Ini semua kami lakukan dengan tujuan menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air kita kepada bangsa Indonesia.

Target Customer

Karena kami percaya bahwa semua orang harus sehat, maka channel ini diperuntukan untuk semua umur. Misalnya pagi-pagi akan ada siaran untuk anak-anak olahraga sebelum berangkat sekolah. Rencananya tiap minggu ganti-ganti instruktur nya, bisa Tweenies, Unyil, Doraemon, sampai Card Captor Sakura. Biar anak-anak tuh fresh gitu.

Setelah jam anak–anak pergi sekolah, inilah waktunya ibu-ibu untuk menjaga kesehatan mereka dengan menonton siaran yoga, pilates, atau aerobik kami. Instruktur untuk ibu-ibu juga akan berganti setiap minggunya. Kadang-kadang vicky burki, elma theana, tapi kalau hari Senin (hari paling rujit sedunia untuk ibu-ibu) kita hadirkan coki sitohing memimpin aerobik in English! Mantap!

Customer Relationship

Hubungan antara S&H TV dengan penonton sangat dekat. Sedekath hati bu dengan penyedap rasa dan kecap Bango. Maka, setiap 2 bulan sekali akan ada pemilihan instruktur-instruktut yang akan dipilih langsung oleh para target customer kami. Ini semua gara para penonton merasa kita ngertiin mereka banget dan mereka setia sama channel ini. 24 jam selalu olahraga! pokoknya work out work out!

Untuk menunjang gaya hidup sehat ini diperlukan juga makanan yang sehat. Maka channel ini juga akan menayangkan tips dan cara memasak makanan-makanan sehat untuk sekeluarga. Di suatu segmen juga akan dihadirkan cara-cara menghidangkan makanan untuk para penderita diabetes, jantung, dll. Pokonya sehat sehat! Dan setiap 3 bulan sekali, ibu-ibu bisa minta didatengin rumahnya untuk diajarin masak sama chef-chef terkenal.

Distribution Channels

Karena kita menganut “keep your friend close, keep your enemy closer” maka kita akan ngiklan di ESPN dan Star Sport fufufufu. Kita juga bakal hadir di majalah-majalah kesehatan pria dan wanita seperti Femina, Esquire, dll.

Revenue Streams

Channel tv sudah pasti dong dapet profit dari iklan. Tapi iklan kami bukan iklan biasa! Iklan yang akan kami tampilkan merupakan running advertising berupa tulisan-tulisan kecil dibawah layar. Dan ketika sedang ada pertandingan, tidak akan ada jeda iklan sehingga penonton tidak akan terganggu dengan pertandingan yang terpotong-potong.

Selain itu iklan yang kami lakukan pun akan sangat menarik. Ketika pertandingan sedang kurang seru, maka kamera akan menyorot orang-orang suruhan kami yang akan melakukan atraksi-atraksi menakjubakan abad ini untuk memasarkan produk dari sponsor. Kurang lebih seperti flash mob, tapi rada berbeda sedikit karena tidak selamanya mereka joged ditengah-tengah banyak orang. Bisa jadi hanya sekedar lewat depan kamera sambil teriak “joss banget nih” sambil numpahin air warna kuning sedikit. Seru yah?

Segitu dulu deh perasan kreativitas saya, Wisnu, dan Duan.

Semoga menghibur!

Yuk mari :DDD

#10 – WIMO Shoes

Creativity and Innovation

Bismillahirahmanirahim.

Halo! Di kesempatan kali ini saya akan membahas satu perusahaan Indonesia yang akan saya buatkan model bisnisnya agar dapat go internationaleeeeeeeee! wohooo! Baiklah. Setelah bingung memilih perusahaan apa, akhirnya saya memutuskan untuk kembali melihat kesukaan saya, yaitu berbelanja sepatu! 🙂 Maka perusahaan lokal yang saya pilih adalah WIMO SHOES!

Apa itu WIMO Shoes?

WIMO Shoes adalah perusahaan sepatu dari Indonesia yang dirintis oleh Wiwih Reksono dari tahun 1966. Sebagai perempuan, beliau selalu merasa tidak cocok dengan sepatu-sepatu yang dijual di pasaran. Sepatu-sepatu tersebut kebanyakan malah membuat pegal, capek, sampai pusing-pusing. Dari pengalaman yang ia rasakan inilah akhirnya beliau membuat WIMO Shoes yang sekarang ini telah dikelola oleh anaknya, Ina Indrawati.

WIMO Shoes memasarkan produknya kepada wanita dari anak-anak hingga yang berusia senja. Yang unik dari WIMO Shoes ini adalah teknologi yang digunakan dalam pembuatan sepatu, yaitu Teknologi Ortho. Dengan teknologi ortho konsumen bisa membuat sepatu yang sesuai dengan bentuk kaki, struktur tulang, dan berat badan. Teknologi ortho juga memungkinkan orang yang memiliki masalah dengan kaki, cacat, dan sebagainya memiliki sepatu yang pas dengan kakinya. Maka, tantangan bagi WIMO Shoes sendiri adalah bagaimana membuat sepatu yang nyaman dari segi kesehatan tetapi memiliki touch of fashion yang menarik juga.

Kenapa WIMO Shoes?

Alasan menagapa saya memilih WIMO Shoes selain karena saya pecinta sepatu adalah karena cerita-cerita yang ada dibalik perusahaan tersebut. Dulu ketika Ina dan ibundanya baru saja membuka perusahaan ini banyak sekali yang mencibir, tetapi mereka tetap maju terus pantang mundur! Semua itu juga berkat kecintaan Ina dan ibundanya yang begitu besar pada dunia sepatu. Dengan rasa cinta yang besar inilah akhirnya WIMO Shoes sudah bertahan selama 44 tahun!

Berikut salah satu review tentang WIMO Shoes di salah satu situ:

Innovation for WIMO Shoes

Inovasi yang coba saya buat agar WIMO Shoes dapat go international adalah dengan membuat marketing strategy yang mengedepankan niat awal pembuatan sepatu ini, yaitu memproduki sepatu untuk para perempuan yang memiliki kaki yang “tidak biasa” pada umumnya, entah terlalu kecil atau besar, atau pun cacat.

Maka, branding baru yang diberikan oleh WIMO Shoes adalah sepatu fashionable yang mementingkan aspek kesehatan.

New Business Model WIMO Shoes

Value Proposition

“beauty is not pain” – WIMO Shoes

Kita sering sekali melihat para wanita yang memaksakan memakai sepatu agar terlihat cantik tetapi sebenarnya kurang nyaman menggunakan sepatu tersebut, entah lecet atau bahan yang keras. Maka, WIMO Shoes menawrkan value yang berbeda karena sepatu WIMO mengusung kesehatan, bahwa untuk terlihat cantik tidak diperlukan menahan sakit dari sepatu yang tidak nyaman.

Target Customer

Pada umumnya, para perempuanlah yang lebih sering memiliki masalah dengan ketidaknyamanan memakai sepatu. WIMO Shoes akan tetap mentargetkan produknya kepada para wanita, namun akan menspesifikannya menjadi hanya wanita berusia 15 tahun ke atas. Pada umur 15-17 tahun inilah biasanya para wanita mulai memilih sendiri sepatu kesukaan mereka dan mulai memilih mana sepatu yang nyaman untuk kakinya. Di usia produktif antara 20-30 tahun pun para wanita yang bekerja kerap mencari sepatu berhak tinggi untuk kegiatannya, dan dijamin mereka meninginkan yang nyaman dipakai seharian.

Lifestyle target customer yang diusung WIMO Shoes sendiri adalah para wanita dinamis yang menyukai traveling. Traveling biasanya membuat kita harus berjalan jauh karena biasanya kita menggunakan kendaraan umum ketika sedang berwisata ke luar ataupun dalam negeri. Tips traveling nomor satu dari WIMO Shoes adalah kenyamanan kaki.

Core Capabilities

1. Satu-satunya perusahaan sepatu yang menggunakan Teknologi Ortho di Asia.

2. Touch of fashion yang ditawarkan WIMO Shoes tetap mengikuti trend yang ada, tapi tetap memiliki ciri khasnya sendiri.

Partner Network

Untuk memasarkan produknya ke kancah internasional, maka partner-partner yang dapat diajak bekerjasama oleh WIMO Shoe adalah sebagai berikutt:

1. Kementerian Perdagangan Indonesia – Dalam proses dan cara kerja Eksport dari Indonesia ke negara tujua.

2. Department Stores – Contohnya seperti Macy’s, Metro, Sogo, et.

3. Relasi – Jangan lupakan teman-teman yang tinggal di negara tujuan. Mereka dapat menjadi kacamata langsung untuk WIMO Shoes sebagai pemerhati pasar dan juga dapat merekomendasi tempat-tempat untuk distribusi.

4. Shipping Company – Pastinya karena WIMO Shoes belum cukup kuat dalam financial untuk membuka toko di negara tujuan, maka shipping sangatlah crucial untuk pengiriman barang jadi karena produksi tidak dilakukan di negara tujuan.

5. Airlines – WIMO Shoes bekerja sama dengan penerbangan Indonesia untuk menjadikan produknya sebagai produk yang ditawarkan “diatas pesawat”.

6. Health Institution – Untuk pembuktian secara ilmiah pentingnya kenyamanan kaki untuk para wanita, dan bahayanya ketika memaksakan diri menggunakan sepatu yang tidak nyaman.

Distribution Channel

Untuk pendistribusian produk, WIMO Shoes akan bekerja sama dengan departement stores yang ada di negara terkait. Karena mengusung sisi kesehatan maka WIMO Shoes juga akan Namun, untuk menekan market penetration cost maka pemasaran produk akan dilakukan sebatas website dahulu dan shipping akan dilakukan jika ada order. Setelah dirasa cukup dan brand sudah mulai berkembang di negara tujuan, maka produk-produk WIMO akan langsung di kirim ke departement stores. Maka, distribusi juga dilakukan dengan bekerja sama dengan para fashion blogger di negara tujuan, dan juga website-website yang biasa menjual produk-produk fashion.

Customer Relationship

Mengusung sisi traveling dari seorang wanita, diharapkan para pelanggan setia WIMO Shoes mau memberikan terstimonial mereka di web WIMO untuk menceritakan pengalaman mereka melakukan traveling dengan WIMO Shoes. Di web ini juga para wanita ini dapat berbagi tempat-tempat dan tips-tips traveling.

Kepada para pelanggan setia WIMO Shoes, akan di berikan Loyalty Member Card, yang memberikan privilege seperti (1) Diskon 20% untuk tiap pembelian setelah melakukan pembelian lebih dari 5 kali, (2) Mendapatkan kesempatan memenangkan perawatan kesehatan kaki dari mulai refleksi sampai pedicure, dan masih banyak lagi.

Pada web juga akan tersedia forum-forum untuk membahas masalah kaki dari mulai bentuk kaki, ukuran , sampai kaki yang tidak normal/cacat. WIMO Shoes juga menawarkan produk customize untuk wanita yang memiliki kaki cacat.

Cost Structure

Agar dapat go international, maka biaya-biaya yang harus disiapkan oleh WIMO Shoes adalah sebagai berikut:

1. Production Cost

2. Labor Cost

3. Shipping Cost

4. Export Cost, including tax di negara yang di tuju

5. Market Penetration Cost

Diprediksi yang akan memakan banyak biaya adalah no. 4 dan 5 karena adanya perbedaan currency dan juga perpajakan, serta administrasinya. Makret penetration cost juga akan memakan biaya yang banyak karena memperkenalkan brand dari Indonesia ke negara yang dituju.

Revenue Streams

Pendapatan akan di dapat dari penjualan di dalam maupun di luar negeri. Di masa depan, WIMO Shoes akan mencoba untuk meng-endorse orang-orang terkenal di dalam maupun luar negeri di bidang kesehatan, traveling, entertainment, dan juga pendidikan. Karena WIMO Shoes sendiri mengusung awareness para wanita tentang pentingnya kesehatan dan kenyamanan kaki ketika mengenakan sepatu.

Conclusions

Dan itulah inovasi yang saya tawarkan kepada WIMO Shoes untuk menggeletu pasar internasional. Maka, inti persiapan yang harus dilakukan WIMO Shoes adalah melihat culture dan kesusahan yang dihadapi para wanita di negara-negara tujuan dalam pemilihan sepatu. Jika telah mengetahui ini maka sepatu dapat di sesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Ke depannya, WIMO Shoes mungkin dapat membuat line sendiri untuk para wanita yang mengalami cacat di kaki, dan mengusung ide untuk tetap cantik walaupun dalam keadaan tidak normal. Untuk memperluas segment, para pria pun dapat masuk kedalam target customer WIMO di masa mendatang.

Yang paling penting adalah tetap melakukan riset pasar dan juga pengembangan teknologi agar tidak overlap oleh kompetitor yang diprediksi akan hadir ketika WIMO mengalami kesuksesan di tahun-tahun kedepan.

Above all, WIMO Shoes akan tetap berpegang teguh kepada niat awal ketika membangun perusahaan ini, yaitu kenyamanan dalam memakai alas kaki. Semua pengembangan dan inovasi-inovasi akan kembali lagi kepada niat awal jika WIMO telah memiliki visi yang kuat.

Sekian inovasi yang bisa saya tawarkan. By the way, saya sendiri adalah penggemar berat WIMO Shoes 🙂 Sepatu produk Indonesia kegemaran saya adalah WIMO Shoes karena jujur saya termasuk wanita-wanita yang memiliki bentuk kaki yang tidak normal.

Toodles!

Referensi: http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/3293-ina-sosok-di-balik-kesuksesan-wimo-shoes.html

#9 – Menulis di Internet

Creativity and Innovation

Hi there 🙂

Time : 11.37pm – Now playing: Taste of Harmony by Homogenic – Place : my room

TENTANG TULISAN

Orang bilang gue orang nya lebay dan terlalu emosional. Sifat ini juga membawa gue yang sering sekali memasukkan hal-hal pribadi atau pengalaman-pengalaman hidup ke setiap karya yang gue buat, dan salah satunya adalah karya dalam bentuk tulisan. Tulisan menurut saya bukan sekedar tulisan, melainkan pemikiran yang dituangkan. Tulisan juga bukan sekedar diary atau postingan tweet, yang mana emang isinya hal-hal pribadi gua semua. Sampai ke pembuatan tulisan akademik pun gak jarang gue suka kadang-kadang menyelipkan pengalaman-pengalaman hidup gue.

Kata satu test psikologis, gue tipe orang pemikir (diantara 3 tipe lainnya, yaitu leader, pekerja, dan penyemangat). That is so true! That is why I named this blog: Brainware. Di dalem kepala gue selalu buanyak banget hal-hal yang gue pikirkan. Bukan gue suka selangkah lebih dari orang  pemikirannya, melainkan isi kepala gue banyak mikirin hal-hal ga penting seperti yang baru saja gue tanyakan ke pacar gue ketika sedang menonton bioskop: “eh dulu orang tau kalau jagung bisa jadi popcorn gimana ceritanya yah?” Dan jawaban pacar gue akan selalu menjawab: “ngapain kaya gitu dipikirin”. Satu-satunya yang gak pernah gue pikirin adalah: perasaan orang. Gue terkadang nyablak dan gak mikir sebelum ngomong. I’m so good at criticizing, and i’m not even close to perfect. Now you probably want to say this to my face: “b*tch”.

Dari kecil gue selalu terinspirasi sama film dan lirik lagu. Apalagi kalau true story. Mungkin dari sini kenapa gue suka masukin pengalaman-pengalaman hidup gue ke karya-karya gue. Hal ini membuat gue pun ingin menginspirasi orang. Dan gak tanggung-tanggung, apapun yang gue buat (yang pure hasil karya gue sendiri, pengen bisa menginspirasi orang). Tapi dalam hal menulis hal ini menjadi kendala karena saking bikin orang terinspirasi, mau mulai nulis aja gue mesti pakai persiapan, dan suka ngatur flow. Rebek kan? Karena kerebekkan ini makanya ide-ide atau pemikiran yang tadinya ada malah jadi hilang.

Jadi, dari semua penjelasan di atas, sebenernya menulis benar-benar hal yang sulit menurut saya.

TENTANG MENULIS DI INTERNET

Sebelum bikin blog ini, saya udah bikin blog di Blogspot. Isinya cuma 3, tapi draft nya banyak hahahaha. Ya karena itu tadi, menurut saya isinya belum cukup sempurna dan inspiring enough makanya ga dipublish. Gue masih gak ngerti kenapa gue pengen banget menginspirasi orang. Gue kaya orang gak penting aja gituloh dibandingkan tiba-tiba Angelina Jolie yang jadi duta PBB.

Mungkin masalah yang paling heboh dengan menulis di internet adalah teknik copas atau copy-paste yang suka dipakai ramai-ramai oleh mahasiswa-mahasiswa yang cari referensi fufufufu. Sebelum membuat post ini saya ngecek dulu nih ke blog-blog temen saya yang juga mengulas tema yang sama, dan……… itu semua mempengaruhi saya untuk menulis, well lebih ke “ngejiplak”. Itu tadi, menulis di internet, maksud saya, tulisan-tulisan di internet (milik orang lain) terkadang membuat kreatifitas terkekang karena sudah adanya contoh, sudah adanya sesuatu yang kita anggap benar. Dulu jaman saya baru masuk SBM, Abah saya or my Dad once told me this “nanti kalau disuruh nulis-nulis essay usahakan bikin sendiri dulu, jangan lihat refernsi manapun. biar original!”. Yah turn out sesusah itu menulis tanpa referensi apapun, apalagi kalau udah menyangkut tugas. I’d die without Internet! I’d suffer without Google!

Menurut saya aktivitas copy-paste itu kurang peting untuk dibahas karena mempublish suatu karya atau tulisan di internet itu resikonya sama kaya memutuskan untuk terjun ke dunia entertainment. Public owns you. Kalau gak mau di comot hasil karyanya ya dimasukin web yang harus bayar aja jurnalnya, atau sekalian ga usah di publish. Tapi itu kalau tiba-tiba mau bikin tulisannya kaya Wikileaks ya itu ah siapin mental aja deh ye.

TENTANG KELAS CREATIVITY AND INNOVATION

Dari awal disuruh bikin blog ini gue udah semangat. Gak tau ya kenapa. Orang bilang kelas Creativity and Innovation itu cuma bikin blog doang. Tapi menurut gue bikin blog itu ga “doang”. And i just don’t wanna put sh*tty stuff dimana di situ jelas-jelas tertulis: ini blog Marla Meta. Walaupun tema yang disuruh nulis kadang-kadang butuh mikir tapi yaudah, itu bikin latihan gue untuk nulis. Dulu gue pernah dengerin salah satu alumni ITB yang anak LFM juga cerita tentang bagaimana dia mendapatkan ide setiap harinya karena dia kerja di advertising. Dia bilang salah satunya adalah melatih jari jemari nya untuk ngetik setiap hari, bercerita, tentang apa saja. Itu juga yang di katakan Budi Rahardjo, guest lecture yang dihadirkan kelas CI, beliau selalu menulis di blog nya setiap hari, tentang apa saja.

See, gue ga tau kemana perginya kebiasaan lama dan darimana datangnya kebiasaan baru. Waktu kecil gue sering beli notes-notes dan isinya karangan-karangan gue semua. Temanya macem-macem, bervariasi banget. Tapi beranjak dewasa gue berhenti nulis. Dan yang paling parah gue berhenti baca. Ada manusia gak nulis dan gak baca? Ya gue terjerumus dalam puberitas dimana gue lebih sering mendengarkan musik dan menelpon pacar dan teman berjam-jam.

Jujur gue baru mulai baca lagi waktu gue masuk SBM. Gue mulai beli buku-buku in English lagi, dan mulai bikin blog di Blogspot. Otak tuh gak boleh dibiarin gak kerja nanti jadi imbisil hahaha. Kalau lagi jenuh sama sesuatu seharusnya membaca dan menulis itu bisa jadi relaksasi. Dan gue lagi belajar membiasakan itu.

Gue percaya ga ada sesuatu yang sia-sia. Dulu gue masuk IPA dan belajar Fisika, yang tiap ulangan gue hapalin cara jawabnya, bukan pakai logika, tapi pada akhirnya gue kuliah sosial tapi itu ga sia-sia. It shapes my thinking framework. Kelas Creativity and Innovation ini pun ga sia-sia. Gue paling sering nulis yah untuk kelas CI ini. Dengan segala pembelajaran yang gue dapet, perlahan membantu gue kok untuk tau gue mau ngapain nanti setelah lulus kuliah.

Doain aja suatu hari nanti gue bisa nulis cerita yang bagus dan menjadikannya script film 🙂

If you have the chance to read this post, just wanna say big thanks to Pak Agus and Kak Bayu. Terima kasih menghadirkan guest lecture yang keren-keren. Terima kasih karena gak pernah dateng telat untuk memulai kelas. Terima kasih untuk dedikasinya mengajarkan Creativity and Innovation sama kita-kita.com ini yang kadang-kadang suka gak tau diri keluar masuk kelas :p

Time : 12:21am – Now Playing :  When It’s Over by Sugar Ray – Place : my room

#7 – Keep Moving Forward

Creativity and Innovation

“Keep Moving Forward!”

Quote yang saya dapat dari salah satu film Walt Disney: Meet The Robinson. Quote ini menyentuh sekali menurut saya kalau sambil nonton filmnya. Bener-bener bikin terharu dan menangis. Duh jadi lebay.

Meet The Robinson

Anyway, di post kali ini saya akan membicarakan MIMPI. Gak tau kenapa kalau inget mimpi saya inget film Meet The Robinson. Ceritanya ada seorang anak yang dibuang ke panti asuhan oleh ibu kandungnya dan dia punya mimpi untuk menemukan “keluarga” untuk dirinya (terharu banget ga sih?) Ya itu lah mimpi si anak: menemukan keluarga. Film itu bener-bener menginspirasi (sorry jek gue suka banget film Disney, even cartoon) gue! Di bagian akhir film ada quote ini yang bikin terenyuh:

“Around here, we don’t look backwards for very long,we keep moving forward, opening up new doors and doing new things because we’re curious and curiosity keeps leading us down new paths”

Doraemon Dkk

Ngomongin Mimpi juga bikin saya inget Doraemon. Lebay aja gituloh almarhum Fujiko F. Fujio mimpi punya robot yang bisa jungkir balik ngeluarin segala macem alat. Tapi dari komik doi juga saya jadi punya mimpi, mimpi jadi Nobita yang hidup nya serba enak. Mungkin kalau di dunia nyata, mewujudkannya dengan kuliah yang bener terus bikin usaha sampai punya duit jadi bisa ongkang-ongkang kaki karena punya orang-orang yang ngurusin segalanya, seperti Doraemon.

Tapi,

Mimpi apa sih yang bener-bener hebat? Mimpi-mimpi besar dengan niat mulia seperti yang dilakukan NTT Docomo, mendekatkan setiap orang di manapun dia berada.

NTT Docomo adalah perusahaan mobile operator dari Jepang. Baru-baru ini (mungkin) owner nya punya mimpi untuk mendekatkan semua orang lebih dekat lagi secara visual dengan memunculkan ide tentang inovasi di dalam video ini:

NTT Docomo released the video to YouTube.com on 2010. Dan mereka mentargetkan dapat membuat produk-produk diatas di tahun 2020! Sekarang udah 2011, bok. Itu kaya 9 tahun lagi! (hats off) Serem sebenernya ngebayangin teknologi Jepang udah segokil apaan sampai doi bisa seberani itu punya mimpi. NTT Docomo just WOW-ed me!

Jepang baru-baru ini dirundung kesedihan karena tsunami yang melanda negara mereka (my prayer goes to the lost soul, my prayer goes to people who keep struggling for their lives) Tapi ga berarti mimpi Docomo berhenti di situ. Orang Jepang terkenal disiplin dan tough!

Video Docomo atau film-film tersebut sama aja. Indung saya pernah bilang: “yang namanya film itu sesuatu yang beneran bisa banget terjadi (Deep Impact – Bencana Alam) atau yang bener-bener gak mungkin kejadian (Transformer – Ya gimana yah ga paham juga kalau tiba-tiba ada)

Ada dimana kah posisi Docomo berada? Kalau kata Abah saya: “gak ada yang gak mungkin selain makan kepala sendiri”

So, I wish you a very big luck, NTT Docomo, in developing those incredible technology 🙂 and re-building your country, dear Japanese :”)

Punya mimpi dari sekarang dan lihat di tahun 2020, mimpi siapa yang duluan terwujud. Jepang yang baru kena tsunami dan mengembangkan teknologi komunikasi paling gokil atau mimpi kamu?

Be curious! Dream on! Dream big! What would you without any dreams? Dreams keep you alive!

#6 – Design Thinking

Creativity and Innovation

Whatta lesson I had from the last Creativity and Innovation class! Lemme share it here, hopefully it will be beneficial 😀

Adi Panuntun came to my Creativity and Innovation class on March 21st, 2011. He was graduated from DKV ITB class 1997. He owns a production house, Sembilan Matahari, and together with his friends he created Cin(T)a the Movie. He shared his experience as a designer, another field of study that any entrepreneurs should take a look inside a little bit.

Adi Panuntun

God is a Director

WHAT IS A GOOD IDEA, REALLY?

On my previous post I stated that Idea is the most powerful thing. And last week, Adi Panuntun asked the class “Why do people keeping their idea for themselves only?” Various answers came from the class, including afraid of being mocked, afraid of being wrong, feeling insecure that someone would steal the idea, etc. But you know what? These people were being mocked and laughed at when they were expressing their idea.

Sosrodjojo - Founder of Teh Botol Sosro

Pak Sosro dulu diketawain sama orang-orang disekitarnya. Mengapa? Mungkin kurang lebih kaya gini percakapannya disuatu sore saat bapak-bapak sedang duduk-duduk di teras rumah:

Pak Sosro: Eh bosen nih gua minum teh harus nyeduh dulu (duduk)

Teman #1: Ya elah banyak mau lo

Pak Sosro: Ok. Gua akan buat teh dalem botol! (mulai ngangkat tangan ke udara)

Teman #2: Apa sih?

Pak Sosro: Iya! Gua akan buat minuman teh dalem botol, jadi kite-kite ga perlu nunggu bini-bini kita nyeduhin teh lagi, bisa langsung leeep. Dan teh dalam botol ini akan gue namanakan “TEH BOTOL SOSRO” (berdiri dari kursi)

Teman #3: GILA LO, SRO!

Teman #2: Wah gak bener nih otak sih Sosro!

Teman #1: Parah bet dah!

Teman-teman: HAHAHAHAHAHAHAHAHA

Pak Sosro: (menjauh dari kursi) Ok. Kita lihat siapa yang tertawa terakhir (pergi memunggungi teman-temannya yang masih asyik tertawa)

Mungkin cerita di atas hanya imajinasi saya. With all due respect Pak Sosro, ampun saya cuma iseng. Tapi,

Pak Sosro’s idea way back when would sound really stupid, and didn’t make any sense. Why would people want to have tea from a bottle? Well, turned out that PT. Sinar Sosro generated a net profit of Rp2.1 trillion at the end of 2009. Yeah, who’s laughing now?

The same thing happened to Tirto Utomo,

Tirto Utomo - Founder of Aqua

He was the man behind the most well-known brand, Aqua. Aqua is a brand for bottled water. Well, did you imagine what his acquaintances would say when he proposed the idea of Aqua? You know, putting water, plain water into a bottle. Dude, that was tough.

He was even crazier because he quitted his job in Pertamina as one of the top manager to build his idea of putting in water to bottle. Guess what? Aqua generated profit of Rp3.08 trillion in 2010.

Man, you gotta be that crazy to be that rich!

So, first if all, be brave in expressing your idea! Not “but” for any idea coming from your head!

DESIGN THINKING

Design Thinking is about balancing Exploration and Exploitation. Exploration means pushing forward your creativity without limits, and on the other hand Exploitation keeps your analytical skill to come at the same level with your creativity. Do you know the greatest entrepreneur of all time who can balance those two? He’s the one and only, Steve Jobs, CEO of Apple Co. Didn’t you ever wonder why he would named his IT company after a fruit? Steve Jobs is good in doing this: create meaning by connecting things!

Let’s have a test, shall we? What would be the connection between Apple (as a fruit) and a board marker, physically and conceptually?

Apple Fruit

Boardmarker

Here’s what I have in mind,

Conceptually, boardmarker is the essential stuff for lecturing. Teachers and lectures use it everytime. Newton was inspired by the falling of an apple from its tree when he discovered the Gravitation. Physically, both apple and boardmarker have green and red color. In class, I really like taking notes with colorful pen! It feels good!

As a result,

The connection between Apple and boardmarker would be: Knowledge. The story I’m going to put into this connection would be: Fun Learning! See that boardmarker is used inside the class while Newton learned something barely from being in a class, he was sitting under the apple tree, thinking. Therefore, I’m building a school where the learning process will not always coming from inside the class. This kind of learning process will give the students lessons that can’t be gained if they just sit in the class, listening to their teacher. Since boardmarker can be used to draw various color, which lead to art, the school will focus more on educating art for children.

And, I will name my school: The Apple Tree, Modern Art School.

Ok. I’ve learned how to become Steve Jobs. No, what I’m trying to say is I’ve learned to express my idea, practicing by connecting two things. So now I already have my own idea, and successfully expressed it. How am I going to process that idea even deeper? It’s time to  think like a designer.

If you ever wonder what is the definition of Design Thinking, below picture will probably answer your curiosity.

The Definition of Design Thinking

If so, how is exactly a designer’s thinking process?

DESIGN THINKING PROCESS

Thinking Process: Focus on Human Experience

The picture above is our thinking process in everyday life. But, for a designer, the thinking process always focuses on human experience. Observe, Brainstorm, and Prototype are where we’re required to be creative, whereas Synthesize, Vote, and Story Tell are where our analytical skill is required.

O1. Choose people to share their ideas, 2. Write down quotes, not summary, 3. Who? What? Where? When?

S1. Look for emotion expressed / non emotion root causes, 2. Common context, 3. Ask “How might we?”

B1. MBA hats off! Defer judgement!, 2. Be prolific, 3. Do not wait! Write it down.

V1. Cluster & sort idea, 2. Three stages in voting: (1)Desirable – Human Interest, (2)Viable – Business/Economy aspect, (3)Feasible (Technology), 3. Choose concept

PSo that you can see, touch, and feel everything you have in your mind!

STPut story to the idea!

CASE

There are changes in the retail market place over the next 10 years. How should we response to these changes? Suppose there are 2 different people who want to address the issue:

1) Traditional Business Strategy Class

2) Innovation and Design Class

Will they have different answers? I am pretty sure they will.

Traditional Business Strategy Class Even as a marketing student, where I also study Customer Behavior course, turn out that the study is deficient in knowing what customer really wants and needs. It is all about what they would act and react. There’s something different about hoe designer would think, it is their ability to see the most practical cause, something you have to deal with Human Interest.

People from business strategy class might research on trends, and the market place. They might analyze the sales report, and any kind of reports they could have such as reports from the expert, the competitor landscape, etc. Their main goal would be objective. They might be looking for the best solution ever! They plan everything down, the new business strategy complete with the calculation o NPV and ROI. They might be very logical for example using macroeconomic theory about supply and demand.

On the other hand,

Innovation and Design Class The innovation and design class people have slightly different approach on how to address the issue. They might be also read reports. However, their actions would be based on subjective assessment. While the business strategy class people are looking for the best solution, designers wouldn’t want waste their time searching for the best solution, but the better solution. Because establishing something to be the best would make a false assumption. They might take their time to walk around the store to do direct observation. They might talk to both customers and providers, looking for something that a business analysts would miss. There’s some emotion takes control in these actions. As it is previously mentioned, a designer looks for human interest. They focus more on how a human experience something.

Now that’s that. See the difference? Gotta balance them both, fellas 😀

SUMMARY

“Conventional wisdom blocks idea and innovation. It only makes another follower” – Adi Panuntun, March 2011

“Assumptions limit our creativity” – Adi Panuntun, March 2011

Keep inspiring, Bang Atun! 😀

Cheers!

#4 – Persamaan & Pertidaksamaan Kreativitas dan Inovasi

Creativity and Innovation

Halo world! Dari post-post saya yang lalu banyak sekali kata-kata Kreativitas dan Inovasi. Mungkin ada yang sudah tau perbedaan dan persamaan diantra kedua kata tersebut. Mungkin ada juga yang bingung “apa sih artinya? kok kayanya sama aja”. Well, please let me trying to explain both words to you. Here it goes!

Kreativitas = Inovasi

IDEA! Semua penjelasan kembali lagi kepada postingan saya yang lalu tentang #2- Senjata. Bahwa senjata menurut saya adalah Ide. Dan ya, kreativitas menjadi sama dengan inovasi karena keduanya merupakan penjelmaan dari ide dari seseorang.

OUT OF THE BOX! Idea-ide yang ada dari suatu kreativitas seseorang sangat out of the box atau unik, atau bisa dibilang uncommon. Dan tidak semua orang memiliki ide tersebut.

WORK HARD – WORK SMART! Di zaman yang sudah sangat maju ini, sesutau yang sangat originally creative and an innovation are rare. These days, products,services, and brands are mostly a development of the origin ones. Therefore, in today’s dynamic market, people with creativity and innovation both need to work really hard. Belum lagi dengan banyak pesaing, para pencetus ide-ide brilian should really work smart because if they don’t,  their idea could be stolen.

Kreativitas ≠ Inovasi

Pertidaksamaan kreativitas dengan inovasi dapat dilihat dari definisi yang benar dari kedua kata tersebut.

Creativity is thinking up new things. Innovation is doing new things” – Theodore Levitt

To him,

Creativity = Idea while Innovation = Idea + Actions

Creativity is essential for innovation for a product must exist at least in a concept stage for you cannot innovate  anything that does not exist. Thus innovation depends on creativity while creativity does not depend on innovation. Though the better success of creativity depends on innovation.

1. Kreatif, suatu ide yang out of the box!

2. Inovasi, perwujudan dari kreativitas itu sendiri untuk menjadikannya sesuatu yang REAL

Mari kita lihat contoh-contoh dari perbedaan kreativitas dan inovasi.

Di Indonesia, masyarakat sangatlah kreatif. Especially in earning their income. Di Indonesia, setiap belokan bisa menjadi lahan uang untuk mereka-mereka di bawah ini:

P O L I S I C E P E K

Polisi Cepek

Lalu dengan semangat kreativitas, di Indonesia kamu akan menemukan orang paling kreatif di dunia akuntasi dan perpajakan yaitu HIM.

G A Y U S

HAHAHA TEROS

HAHAHA LAGI

HAHAHA

HA HA HA (Tidak Terlalu Lucu)

Yah itulah contoh-contoh kreativitas yang membawa bahaya kepada orang-orang disekitarnya. Mari kita lihat inovasi yang menyelamatkan berjuta-juta orang!

T H E T E L E V I S I O N

The Square Box Full of Images and Dreams

“Wherever a TV is on, it draws attention like no other piece of furniture. It can be source of amusement, knowledge, or, if misused, of violence and almost self-inflicted psychiatric disorders”

Gue personally adalah Anak Menonton Indonesia. Yes, I spend frequent times watching television. Masyarakat, khususnya orang tua sangatlah overprotected dengan kehadiran televisi ditengah keluarga karena menonton sebenernya sangat menhabiskan waktu.

Namun, I find television very relaxing. I love watching my favorite shows on it and have laughs and just refreshed!

How I Met Your Mother

America's Next Top Model

Itulah dia perbedaannya. Semoga bermanfaat karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat untuk orang lian. Sorry kalau ga nyambung.

Yuk mari 😀

#3 – The Best Innovation in My Life

Creativity and Innovation

Kembali lagi bersama Marla Meta Purwhita 😀 Malam hari ini saya baru saja kembali dari kencan saya bersama pacar untuk merayakan hari jadi kami yang ke 20 bulan. Perayaannya biasa saja, kami makan malam dan nonton bioskop. Sama seperti Ibu Bapak kita zaman mereka pacaran dulu. Tapi saya senang sekali lho soalnya this is the longest relationship I have, almost 2 years with the same guy. Kyaaaaa jadi malu ❤

Ok. Lagi kasmaran gini kayanya asik nih ngomongin tentang (sesuai judul) “The Best Innovation in My Life”. Malam ini saya lagi inget keluarga saya, Abah, Indung, dan kedua adik saya. And yes, I call my father “Abah” and my mother “Indung”. Uniquely fun stuff, huh? 😀 Jadi, malam ini lagi inget keluarga saya and every stories and dramas in it. It inspires me to decide what the best innovation in my life is, and the answer would be:

FINANCIAL PLANNING

Financial Planning for a secure future financial life!

Mengapa Financial Planning? Well, sebenernya saya sangat kagum dengan adanya financial market seperti saham, reksadana, etc. I mean, kok orang pinter-pinter amat sampai mikirin mau bikin financial market? Dan dengan adanya financial market seperti ini membuat saya tidak khawatir dengan ada tidaknya uang, karena uang bisa dicari, in any ways. Selain itu, Abah saya adalah seorang entrepreneur sejati. Semenjak keluar dari PT Bukit Asam, dia jatuh bangun memdirikan perusahaan sendiri. Keluarga saya pun pernah merasakan susahnya memiliki pemimpin keluarga yang risk-taker dan sempat merasakan susahnya hidup tanpa pendapatan yang berkecukupan. Jadi, menurut saya, for people with business and entrepreneur bakcground, yes, financial planning is the best innovation ever.

Financial Planning yang kita ketahui sekarang adalah perkembangan dari Society for Financial Counselling Ethics yang dibentuk oleh Loren Dunton pada tahun 1969. Financial Planning is the process of managing your money to achieve personal economic satisfaction, and the ability to use knowledge and skills to manage one’s financial resources effectively for lifetime financial security. Financial Planning melingkupi beberapa main economic issue such cash flow management, education planning, retirement planning, investment planning, risk management and insurance planning, tax planning, estate planning and business succession planning.

Major Areas of Financial Planning

Yah simplenya adalah tidak memikirkan keuangan hari ini saja tetapi juga keuangan masa depan dengan melakukan investasi-investasi. Saya sendiri setelah mendapatkan pelajaran Financial Planning di semester kemarin, akhirnya mencoba melakukan investasi pada reksadana.

Di Indonesia belum terlalu banyak Financial Planner padahal menurut saya, people with asset more than IDR 500 million should hire one. No, i suggest everyone with income should really hire a financial planner. You know I have been in a stage in my life where highly uncertainty about my family’s income was haunted us. Satu-satunya perusahaan Financial Consultant yang saya ketahui adalah milik Bapak Aidil Akbar, yaitu AFC, Akbar’s Financial Check-up.

AFC

Beliau terhitung muda untuk pendapatan yang sangat besar dari menjadi seorang financial planner. A wage for a junior financial planner is around USD 1000-1300 per case. Yummy, huh?

Money money money! Always funny in a rich man's world!

I believe Financial Planning has helped million of people. I guess rich people in USA who survived the recent financial crisis is someone who has successfully managed his/her asset wisely, applying financial planning lessons. Knowing about Financial Planning, saya belajar menabung, which is sebenernya rada telat baru nyadar pentingnya menabung sekarang, tapi as long as I haven’t had any responsibility as someone’s wife or someone’s mommy, it is never too late.

So, have a healthy financial life will you? For the betterment of your future, your kids future, and your family’s future!

Lotsa love 🙂

#2 – Senjata

Creativity and Innovation

Greetings from Boston,

I’m currently now in Boston, MA. I’m here to join a conference called Harvard National Model United Nations, which will start in 6 hours.

In an extremely cold weather like today (10 degrees Celsius), it is probably a wise decision to post something on my blog. Yknow, how typing makes your fingers to move fast. It warms my hands pretty good :p

On a training for this conference back in Indonesia, me and my fellow delegates were having a caucus session about “Small Arms and Light Weapon”. The 1997-Report of the UN Panel of Governmental Experts on Small Arms (United Nations,A/52/298, 27 August 1997)  distinguishes between small arms, which are weapons designed for personal us and light weapons, which are designed for use by several persons serving as a crew.

The international community has been concerned with the Small Arms and Light Weapon (SALW) trafficking. See  that weapons are continually fought over. Why? I believe because the conventional wisdom defines weapons as powerful things. However, the definition of powerful things, in my opinion, is

IDEAS

Ideas

Light Bulb (commonly) is A Symbol for An Idea

I believe ideas are priceless. One thing that differentiate a human to another human is his/her brain. No man has the same stuff on their mind. We are created unique to others. Ideas can take you everywhere. Ideas has taken Mark Zuckerberg becoming the youngest billionare today!

Idea also can injure people. My weapon, ideas, could injure or even kill people. The idea of building the Panama Canal killed million lives. Did the idea stay? Yes, the Panama Canal was built, and is now making a way for ships from Pacific to Atlantic. It may not kill more people than nuclear weapon does, but my weapon stays everytime it kills people. Nuclear weapon? It destroys while destryoing others.

You can kill the person possesses the weapon. But that is it.  Your weapon becomes less powerful. With ideas, you can kill the person, but you can’t kill an idea. I believe that the most powerful thing is something that intangible. It doesn’t mean that I’m a superstitious person. It is just because tangible things could be destroyed easily.

Bulletproof

Ideas that Last

 

In my opinion, the definition of weapon is something you have that make you even more brave in facing everyday life. To police officer, yes, light weapon could make them even brave in facing every day crimes. To me, knowing how things work is what makes me even stronger.

EDUCATION

In every conference, there’s always an Opening Ceremony, so does HNMUN. On the Opening Ceremony on February 17, 2011, we had a key note speaker to speech. He is Nicholas Negroponte, the founder of ‘One Laptop per Child’ program.

Nicholas Negroponte

Nicholas Negroponte "One Laptop per Child"

His idea is to educate children in poor country, mostly poor country in a conflicting area. Children don’t go to school in there, they are also illiterate, and so do the parents. In most of the African countries, conflicts regularly happen who many of child soldiers participate.

Nicholas Negroponte proposed his idea to United Nations. The program was accepted and developed. Now, it has been helping children all over the world to get and education for 5 years long.

 

United Nations

Ethiopia

Ethiopia Kids with Their Laptop

 

"One Laptop per Child" in Mongolia

"One Laptop per Child" in Mongolia

Now, every kids whether come from develop or developing country can share the same story, and has the same chance to get connected. Every kids have the chance to embrace braveness in living their life, simply because they do have something in their head.

That’s all I guess! Remember that you can go anywhere with (some) idea and (some) education.

Cheers!

#1 – Arti Nama

Creativity and Innovation

There’s always a story behind every name.

I was born as NYI RADEN MARLA META PURWHITA. My family calls me “Eta” for short. My friends usually call me “Meta”, sometimes I got called “Marla”. So, here’s the story behind my name.

NYI RADEN They (I’m not really sure whom I’m referring to, but  I guess my grandparents are okay) say that our family comes from a noble one. In Bahasa, people call it “Ningrat” (and this has nothing to do with @bayuningrat). I come from Tanah Parahyangan or you may call Sunda that makes me having not only ‘raden’ but also ‘nyi’ in my name. The title doesn’t require me to do “princess-work”. It’s just there. I like Nyi Raden as my first name because it’s not as a burden as Muhammad for a boy. Wow, that’s just too much for us (or me) the sinner (okay this is starting out of the topic).

I inherit this from my father. Should my father wants to inherit this to his grandchildren, I have to find a man from a noble family since my father has no son. But, I guess it is hard these days to find such a noble man, literally.

Okay. Off to the main topic.

MARLA My mom’s side of the story is that Marla was given after Marla Maples, Donald Trump’s ex-wife. Lets see how she looks like:

Marla Maples

Hmmm… don’t really like the face, but adore her body! Way to go 47 y.o, Marla! Great shape and amazing skin! Okay, now I have faith to be pretty. Mommy wished me to have this great body and skin as a women. Insya Allah 😀

However,

My quite ‘seenaknya’ and ‘bodor’ father told me that Marla was his creation. See, I was born on March which is Maret in Bahasa. Notice that ‘born’ is lahir in Bahasa. Therefore, back on March 20th, 1990, one man got a briliant idea for his daughter’s name: MarLa – Maret Lahir (-______-“) way to go, Dad ….

META It was given by my grandpa whom I usually call Aki. Back in 1980s, Aki liked to watch TVRI, and his favorite show was a soap opera that had a girl named Meta. He liked her because she was beautiful, smart, skinny (sorry the last two are my ‘karangan bebas’). Well, he wished to have a beautiful granddaughter. I hope I’m your type yah, Aki 🙂

PURWHITA I believe it is sort of a last name / family name from my father’s family chain. My father’s name is Cipta Purwhana. So, it is somewhat a family name. But again, my father is amazingly a “creative” person. He gave me Purwhita as my last name, Purwhanisa for his 2nd daughter’s name, and Purwhanata for his 3rd’s. Fun, huh? 😀

Those are the stories from my family regarding my name. It doesn’t stop there because I have my own story.

If we barely know each other for example a friend introduces us, and you ask about my full-name, you probably will say something like “Nyi Roro?” or “Lo orang Jawa ya?” or “Hah? Lo orang mana, Met”. Ten minutes later, I’ll be explaining to you the difference between Raden, Nyi Raden, Nyi Roro, Ni Made, and so on. Fifteen minutes later, we become friends.

As a kid I once hate my name because people keep asking me about it, mostly mocking way of asking. However, my name is so unique it is memorable. Everytime teachers called the students name one by one in class, he/she would ask how I got my name. The entire class looked at me, and stared. I always be the first to know for both my teacher and classmates. I always got full-attention from my teachers.

So, yeah I do proud of my name. It helps me becoming I am today. Got used to be the center of attention, consequently I consider myself very confidence. My name also teaches me to always be proud of my culture as a Sundanese by not feeling ashamed of my Nyi Raden title.

I may not have the greatest name of all time. But I know people were so excited waiting for me to come to this world. And my name brought everyone in the family together 🙂

Toodles!